Minggu, 12 Juli 2009

Rampok & Curanmor di Jakarta Menggila

JAKARTA- Aksi kejahatan khususnya curanmor (Pencurian kendaraan bermotor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) makin menggila. Hampir setiap hari peristiwa ini terjadi baik dengan cara kekerasan atau pencurian biasa. Tingginya angka kejahatan itu menjadi prioritas Polda Metro Jaya untuk menguranginya.


Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mengakui saat ini, aksi criminalitas dua kasus itu di wilayahnya masih tinggi. Untuk itu pihaknya menjadikan kejahatan ini menjadi perhatian serius bahkan setiap Polres maupun polsek harus mampu mengungkapnya.
Dua kejahatan itu yakni pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (Curat). “Jenis kejahatan yang menjadi perhatian polisi adalah pencurian,” kata Wahyono akhir pekan lalu.


Dari data yang laporan Humas Polda Metro Jaya, selama 2 - 8 Juli 2009, dari empat jenis kasus yang menjadi atensi Kapolda, kasus Curanmor menempati posisi pertama dengan jumlah 139 kasus. Disusul Curat dengan 117 kasus, Penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) 38 kasus dan Pencurian dengan kekerasan (Curas) 24 kasus.

Dalam laporan itu disebutkan lokasi paling tinggi kasus Curanmor terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang dengan 25 kasus, Jakarta Barat dengan 24 kasus dan Jakarta Utara dengan 16 kasus. Sementara untuk kasus Curat, Kabupaten Tangerang menempati urutan pertama dengan 21 kasus, disusul Jakarta Utara dengan 15 kasus dan Kota Tangerang dengan 12 kasus.

”Kami akan tetap berupaya untuk terus melakukan upaya pencegahan dan pengejaran para pelaku kejahatan khususnya dua kasus yang menonjol tersebut,”ungkap Wahyono.

Maraknya aksi curanmor ini merupakan konsekwensi logis dari pertumbuhan kendaraan bermotor yang saat ini terus meningkat. Artinya, peluang atau sasaran untuk mencuri semakin terbuka. “Pesatnya pertumbuhan kendaraan itu semakin mempermudah pelaku untuk beraksi,” ujar Kapolda. ()

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar